Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Gaji PNS 2021


GAJI PNS 2021

Sampai saat ini Pegawai Negeri Sipil (PNS) masih menjadi salah satu profesi yang paling diidamkan masyarakat Indonesia. Hal ini terlihat dari banyaknya pendaftar saat lowongan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dibuka. 

Salah satu faktor keinginan kuat menjadi PNS adalah adanya jaminan hingga hari tua dari negara. Yakni, adanya uang pensiun yang diberikan setiap bulan hingga meninggal.

Apalagi, gaji PNS juga tidak begitu terdampak adanya pandemi Covid-19. Besaran yang diterima masih sama meski kondisi keuangan negara sangat terpengaruh dengan adanya pandemi ini.

Lalu, berapakah besaran gaji PNS saat ini?

Secara umum gaji yang diterima PNS berbasis pada 2 faktor, yakni basis Gaji Pokok dan Tunjangan kinerja.

Untuk Gaji PNS yang berbasis gaji pokok, semua PNS akan mendapatkan besaran yang sama sesuai golongannya. 

Komponen dari gaji PNS yang berbasis gaji pokok ini terdiri atas: Gaji Pokok, Tunjangan Keluarga, Tunjangan Umum, Tunjangan Jabatan, Tunjangan Khusus, Tunjangan Beras dan Tunjangan Pajak Penghasilan.

Semua PNS akan menerima komponen gaji tersebut, dalam artian sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Jika PNS tidak menduduki suatu jabatan (jabatan adminsitrator, jabatan fungsional dan jabatan pimpinan tinggi) maka ia diberikan tunjangan umum. 

Sedangkan tunjangan kinerja bisa berbeda untuk tiap PNS, asal instansi atau penempatan instansi sangat berpengaruh terhadap jumlah tunjangan kinerja yang diterima. Besaran tunjangan kinerja PNS pusat diatur dalam Perpres, antar K/L bisa berbeda. 

Sedangkan PNS Daerah tunjangan kinerja dikenal dengan nama Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), besarannya disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah.

Tidak heran daerah dengan PAD tinggi TPP yang diterima PNS bisa lebih besar daripada daerah dengan PAD yang terbatas.

Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) PNS Daerah bisa juga dalam bentuk uang makan, bisa diberikan atau tidak tergantung kebijakan Pemda setempat.

Berbeda dengan uang makan PNS Pusat, aturan pemberian uang makan sudah seragam berdasarkan nilai rupiah yang ditetapkan Menteri Keuangan.

Disamping itu para PNS juga dikenai pemotongan yang akan mengurangi jumlah gaji yang diterima. Untuk lebih lebih memahami gaji PNS, berikut penjelasan lengkap atas komponen gaji PNS.

Pada bagian akhir tulisan akan disimulasikan besaran gaji yang diterima PNS tiap bulannya.

1. Gaji Pokok

Gaji pokok PNS tahun 2021 diatur atau berpedoman pada PP Nomor 15 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedelapan Belas atas PP Nomor 7 Tahun 1977. Adapun besaran gaji PNS menurut peraturan tersebut dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Gaji Pokok PNS 2021

= Golongan I =
Gaji Pokok PNS Golongan 1

= Golongan II=
Gaji Pokok PNS Golongan 2

= Golongan III=
Gaji Pokok PNS Golongan 3

= Golongan IV=
Gaji Pokok PNS Golongan 4

2. Tunjangan Keluarga

Tunjangan keluarga terdiri atas tunjangan istri/suami dan tunjangan anak. 

A. Tunjangan Istri/Suami

Yang dimaksud dengan tunjangan istri/suami adalah tunjangan yang diberikan kepada pegawai negeri yang beristeri/suami. Ketentuan-ketentuan yang berkaitan dengan tunjangan isteri/suami adalah :
  • diberikan untuk 1 (satu) istri/suami pegawai negeri yang sah.
  • besarnya tunjangan isteri/suami adalah 10 % dari gaji pokok.
  • tunjangan isteri/suami diberhentikan pada bulan berikutnya setelah terjadi perceraian atau meninggal dunia.
  • untuk memperoleh tunjangan isteri/suami harus dibuktikan dengan surat nikah/akta nikah dari Kantor Urusan Agama atau Kantor Catatan Sipil.
B. Tunjangan Anak 

Yang dimaksud dengan tunjangan anak adalah tunjangan yang diberikan kepada pegawai negeri yang mempunyai anak (anak kandung, anak tiri dan anak angkat) dengan ketentuan:
  • belum melampaui batas usia 21 tahun;
  • tidak atau belum pernah menikah;
  • tidak mempunyai penghasilan sendiri; dan
  • nyata menjadi tanggungan pegawai negeri yang bersangkutan.
Jumlah anak diberikan maksimal untuk 2 (dua) orang, besarnya tunjangan anak adalah 2 % per anak dari gaji pokok.

Tunjangan Umum

Tunjangan Umum adalah Tunjangan yang diberikan kepada PNS yang tidak menerima tunjangan jabatan struktural, tunjangan jabatan fungsional, atau tunjangan yang dipersamakan dengan tunjangan jabatan.

Besaran tunjangan umum berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor : 12 Tahun 2006

  1. Golongan I Rp 175.000
  2. Golongan II Rp 180.000
  3. Golongan III  Rp 185.000
  4. Golongan IV Rp 190.000

Tunjangan Jabatan

Perlu dipahami Undang-Undang No 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak dikenal lagi istilah jabatan struktural eselon I hingga eselon V.

Jabatan dalam UU ASN ditetapkan sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan. Jabatan dalam ASN meliputi:

A. Jabatan Administrator

Adalah jabatan (pejabat) bertanggung jawab memimpin pelaksanaan seluruh kegiatan pelayanan publik serta administrasi pemerintahan dan pembangunan. Jabatan Administrator terdiri dari:
  1. Adminstrator (eselon III)
  2. Pengawas (eselon IV)
  3. Pelaksana (eselon V)
B. Jabatan Fungsional.

Jabatan fungsional adalah sekelompok jabatan yang berisi fungsi dan tugas berkaitan dengan pelayanan fungsional yang berdasarkan pada keahlian dan keterampilan tertentu.Jabatan fungsional terdiri dari:

1. Jabatan Fungsional Keahlian, dengan jenjang:
a. Ahli utama
b. Ahli madya
c. Ahli muda
d. Ahli pertama

2. Jabatan Fungsional Keterampilan terdiri dari :
a. Penyelia
b. Mahir
c. Terampil
d. Pemula.

C. Jabatan Pimpinan Tinggi

Jabatan Pimpinan Tinggi adalah jabatan yang berfungsi memimpin dan memotivasi setiap Pegawai ASN pada Instansi Pemerintah, JPT terbagi menjadi:
  1. Pimpinan Tinggi Utama (eselon I)
  2. Pimpinan Tinggi Madaya (eselon I)
  3. Pimpinan Tinggi Pratama (eselon II)
Dalam konteks pemberian tunjangan jabatan, maka jabatan administrator dan JPT mendapatkan tunjangan struktural sesuai Perpres No 26 Tahun 2007 tentang tunjangan jabatan struktural, dengan besaran sebagai berikut:


Sementara besaran tunjangan jabatan fungsional ditetapkan dengan Perpres, besaran bisa berbeda untuk tiap jabatan fungsional (JF) meski berada pada jenjang yang sama. Sampai saat ini ada lebih dari 200 jabatan fungsional dengan berbagai rumpun jabatan yang telah ditetapkan dengan ketetapan Kemenpan dan RB.

Sebagian besar sudah mendapatkan tunjangan jabatan berdasarkan Perpres sebagai dasar hukum pembayaran. Jenjang yang sama bisa berbeda nilai nominalnya tergantung lampiran Perpres-nya.

Salah satu contoh besaran tunjangan jabatan fungsional

Perpres No. 53 Tahun 2019 tentang Tunjangan Jabatan Fungsional Kataloger.

bersambung

Posting Komentar untuk "Gaji PNS 2021"